Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Dunia Herbal

Manfaat Tempuyung Untuk Kesehatan

Tempuyung merupakan tanaman liar, yang biasanya tumbuh disela-sela batu di kebun atau di dekat selokan. Daunnya hijau licin ada ungunya sedikit. Tepinya berombak dan bergerigi. Panjang daun kurang lebih 20 cm, lebar 5 cm. Dan ada beberapa lembar jumlah dauan yang berjajar-jajar melingkar seperti kipas. Bunganya berwarna kuning. Tinggi batang kira-kira 5 cm dari permukaan tanah. Tinggi batang kurang lebih 30cm.

 

Khasiat Kandungan Daun Tempuyung

 

Tempuyung sudah lama digunakan sebagai obat tradisional, terutama untuk penyakit batu ginjal karena sifatnya yang diuretik (peluruh). Namun, kandungan tempuyung yang terdiri dari berbagai mineral dan senyawa aktif membuat tempuyung juga mampu mengatasi aneka penyakit lainnya. Kandungan-kandungan tadi lebih banyak terdapat pada daun tempuyung. Daun tempuyung mengandung ion-ion mineral seperti silika, kalium, magnesium, dan natrium. Daun tempuyung juga mengandung senyawa organic seperti flavanoid (kaempferol, luteolin-7-0 glukosida, dan apigenin-7-0-glukosida), taraksasterol, inositol, kumarin (skepoletin), dan asam fenolat (sinamat, kumarat, dan vanilat).

 

Dengan kandungan tempuyung tersebut, tempuyung mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti menetralkan dan melancarkan peredaran darah, memperlancar pengeluaran air kencing, menurunkan panas, menawarkan racun, serta pendengaran berkurang. Tempuyung juga bersifat antiradang sehingga bisa digunakan untuk mengobati radang salurang kencing, radang usus, hingga radang. Tempuyung juga berkhasiat mengurangi bengkak. Maka, tanaman ini juga bisa untuk mengobati bisul serta wasir.

 

Tempuyung Peluruh Batu Ginjal

 

Prestasi tempuyung sebagai peluruh batu ginjal tidak perlu diragukan lagi.Telah banyak penelitian yang mengamati daan meneliti khasiat tempuyung dalam mengatasi batu ginjal. Sifat diuretic pada tempuyung jelas membantu memperlancar pembuangan air kecil sehingga mempermudah peluruhan batu ginjal. Selain itu, kandungan kalium dalam jumlah tinggi pada tempuyung membuat batu ginjal yang berupa kalsium karbonat tercerai berai hingga larut ke dalam urine. Salah satu penelitian yang cukup berpengaruh dilakukan oleh Prof Sarjito dari UGM pada tahun 1963.

 

Beliau merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung dengan suhu kamar 37°C. Batu ginjal ini beliau perlakukan dengan dua cara yang berbeda, ada yang digoyang-goyang seperti layaknya tubuh manusia, ada juga yang beliau biarkan diam. Setelah itu, batu ginjal tersebut ditimbang. Kalsium yang ada pada larutan pun diukur. Hasilnya menunjukkan bahwa bobot batu ginjal tersebut berkurang, baik yang digoyang mauptin yang diam. Lebih lanjut, istri Prof Sarjito yang saat itu mengalami batu ginjal dapat sembuh setelah meminum ramuan daun tempuyung tanpa mengalami efek samping. Setelah banyak penelitian dilakukan, obat dengan bahan dasar tempuyung untuk mengatasi batu ginjal pun sudah tersedia.