Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Produktifitas Budidaya Tomat Pada Sistem Hidroponik

Tulisan ini adalah karya Bapak Yos Sutiyoso yang membahas masalah budidaya tomat dengan sistem hidroponik menggunakan teknologi sistem yang modern berkelas dunia. Untuk kita di Indonesia, mari kita kejar kekurangan kita untuk budidaya tomat secara hidroponik.

Pada berbagai literatur luar negeri terlintas bahwa produktivitas tomat di negeri Belanda adalah 42 kg/m2/tahun. Angka ini adalah angka rata-rata seluruh negeri. Pada kesempatan lain terbaca pula, bahwa produktivitas yang menonjol pada kebun tertentu adalah 67 kg/m2/tahun. Angka-angka fantastis ini semua dihasilkan dengan budidaya sistem hidroponik di dalam greenhouse, dengan teknologi mutakhir, semuanya serba automatis.

Perjalanan panjang telah dilakukan untuk mencapai taraf tersebut. Waktu dan biaya yang dikeluarkannya pastinya telah banyak, begitu pula keringat dan air mata. Kita ingin menggunakan angka-angka produktivitas tersebut untuk menggugah dan merangsang minat di negeri sendiri, untuk memacu kegiatan produksi budidaya hidroponik. Walau tertinggal sangat jauh, tidak ada alasan untuk menunda memajukan budidaya hidroponik tomat di dalam negeri.

 

Sebaiknya kita mulai dengan meningkatkan pendidikan, pelatihan, penjenjangan, dan pengetahuan, ketrampilan dari Sumber Daya Manusia. Mempermudah pengadaan bahan untuk membuat prasarana produksi, seperti greenhouse dan assesoris fasilitas instalasi produksi. Dilengkapi peraturan yang memberi rambu-rambu supaya pelaksanaannya mulus dan tidak banyak mengalami hambatan. Sarana produksi dalam bentuk bahan kimia anorganis, pestisida, benih, media tanam, dsbnya, sebaiknya difikirkan mulai dari semula. Juga bahan pengepakan untuk memberi penampilan di pasar domestik dan ekspor perlu diperhatikan, dan diusahakan tidak melanggar peraturan di negeri orang.

Tomat hidroponik produksi greenhouse patut dimajukan, mengingat sayuran hasil budi- daya hidroponik adalah sehat, tidak mengandung logam berat yang tidak disukai. Pernah diadakan analisa kandungan sayuran hasil budidaya hidroponik, yang berkesimpulan bahwa sayuran hasil budidaya hidroponik tidak mengandung logam berat cadmium Cd, hydrargirium Hg, dan arsenicum As, yang dianggap dapat membahayakan kehidupan.
Analisa tersebut juga berkesimpulan bahwa kandungan protein dan vitamin, lebih tinggi dari yang ditanam secara konvensional di tanah.

Tomat hasil budidaya hidroponik tidak mengandung mikro organisma, semisal E. Coli, yang belakangan dihebohkan di negeri Spanyol, Polandia, Rusia, dsbnya. Juga kita harus berjaga-jaga terhadap Tetanus, Salmonella, dsbnya, yang mengintai kita dari sembarang pojok. Mana mungkin E. Coli, Tetanus, Salmonella, hidup di karung-karung berisikan garam Ca-nitrat, Mg-sulfat, dsbnya? Sayuran hidroponik bebas dari mikro-organisma tersebut, karenanya disebut makanan sehat.

Oleh : Yos Sutiyoso - Pakar Hidroponik Indonesia