Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Menanam Paprika dengan sistem hidroponik


Sobat Azzam, Timbul pertanyaan bagaimana cara menanam paprika dengan menggunakan sistem hidroponik, mungkinkah papripa hidroponik dilakukan di rumah tinggal karena kebanyakan pelaku bertanam hidroponik adalah masyarakat perkotaann yang ingin menanam sendiri paprika hidroponik di rumah mereka.

Jawabannya bisa, Paprika merupakan keluarga tanaman cabe yang  memiliki rasa yang pedas walaupun rasa pedas tersebut tidak seperti cabai pada umumnya. Karena itulah orang luar negeri lebih suka menggunakan paprika untuk meningkatkan rasa pedas dalam masakannya. Selain itu paprika sangat baik dan berkhasiat untuk kesehatan tubuh kita.

Permintaan paprika yang sebakin tinggu merupakan prospek bagus dan sekaligus ebagai penyemangat untuk melakukan budidaya paprika, dan sistem hidroponik adalah salah satu alternatif media tanam yang dapat kita pilih untuk bisnis anda. Saat ini permintaan paprika di Indonesia cukup tinggi, hal ini disebabkan banyak orang indonesia sekarang ini yang menggunakan paprika untuk campuran masakannya. Dengan permintaan yang semakin meningkat, anda bisa menjadikan ini bisnis budidaya paprika hidroponik.

 Persiapan Menanam Secara Hidroponik

Sarana, alat, dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar,dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai/lemari semai dan Alat semprot (hand sprayer).

  Persemaian

Hampir sama dengan komoditi lainnya, komoditi[B] paprika[/B] dengan sistem hidroponik pun dilakukan pembibitan terlebih dahulu. Periode pembibitan awal dari sistem dari bercocok tanam yang sangat penting karena akan menentukan berhasil tidaknya tanaman pada masa produksi.

Persiapan

 Sarana, alat, dan bahan yang harus dipersiapkan adalah Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar,dll), Thermometer dan Hygrometer, Pinset, Ruang semai/lemari semai dan Alat semprot (hand sprayer).

 Faktor yang Mempengaruhi

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam persemaian/pembibitan antara lain kualitas benih, jenis media yang digunakan, suhu dan kelembaban, intensitas cahaya dan teknis pembibitan.

 Teknis Pembibitan

 Benih terlebih dahulu direndam dengan air hangat kuku selama ± 30 menit, sambil menunggu kita bisa menyiapkan media semai yang akan digunakan.

Basahi media dengan air bersih dan pastikan media basah sampai merata dan biarkan sesaat agar air siraman yang berlebihan menetes.

Buat lubang kecil pada rockwool-Grodan (apabila menggunakan Rockwool) atau garitan kecil yang saling berpotongan pada [B]Sekam[/B] (apabila menggunakan sekam bakar) sehingga membentuk bujur sangkar dengan jarak ± 2 cm.

Letakkan benih satu persatu pada setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik tumbuh menghadap kebawah ± 0,5 cm dengan menggunakan pinset, setelah semua benih disemai kemudian tutup dengan plastik mulsa.

Benih-benih tersebut ditaruh di lemari semai (germenation chamber), selama di lemari semai suhu optimal 20-25 ºC dengan RH 70%-90%. Suhu dan RH dapat diatur dengan cara memasang lampu jika suhu rendah dan Jika kelembaban rendah semprotkan air ke dalam lemari semai dengan menggunakan hand sprayer.

Benih akan berkecambah dalam waktu ± 7 hari, plastik mulsa dibuka kemudian bibit dipindahkan ke tempat yang ada sinar dengan tetap menjaga suhu dan kelembaban.

Bibit dengan koteledon tumbuh sempurna, dipindahkan ke polybag 15 x 15 cm yang telah dibasahi dengan larutan nutrisi (JORO A&B Mix) dengan EC. 1,5 mS/Cm dan pH. 5.5.

Pemeliharaan dipersemaian/pembibitan meliputi penyiraman 1-2 kali sehari (tergantung cuaca, fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), pengendalian hama dan penyakit selama di nursery misalnya trips, mite, leaf miner, rebah kecambah dll) dan yang tak kalah pentingnya adalah pengaturan kembali jarak antar tanam agar daun tanaman tidak saling menutupi.

Bibit siap tanam ke greenhouse produksi setelah berumur ± 21 hari di polybag atau sudah berdaun ± 5 helai.