Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Menanam Stroberi dengan sistem hidroponik - Pengendalian Hama Penyakit

Pengendalian Hama Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang stroberi diantaranya adalah kutu daun, tungau, kumbang penggerek, kutu putih dan nematoda.

Kutu daun

            Kutu daun yang menyerang stroberi yaitu Chaetosiphon fragaefolii. Kutu daun tersebut berwarna kuning kemerahan, berukuran 1-2 mm dan hidup bergerombol di permukaan bawah daun. Kutu menyebabkan pucuk daun menjadi keriput, keriting dan pembentukan bunga/buah terhambat. 

Tungau

            Dua jenis tungau yang menyerang stroberi adalah Tetranychus sp dan Tarsonemus sp. Serangan tungau mengakibatkan daun berbercak kuning sampai coklat, keriting, mengering dan gugur. 

Kumbang penggerek

            Kumbang penggerek yang menyerang stroberi terdiri dari tiga jenis yaitu kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus) dan kumbang penggerek batang (O. Sulcatus). Ketiga kumbang ini menyerang dengan cara menggerek bagian tanaman akan terdapat tepung. 

Kutu putih (Pseudococcus sp.)

            Kutu putih merupakan serangga yang mudah terbang dan cepat perkembangannya. Bagian tanaman yang terserang kutu putih akan menjadi abnormal. 

Nematoda (Aphelenchoides fragariae atau A.ritzemabosi) 

            Hidup di pangkal batang bahkan sampai pucuk tanaman.  Tanaman akan tumbuh kerdil, tangkai daun kurus dan kurang berbulu (Anonymous, 2008b).

Penyakit yang sering menyerang tanaman stroberi antara lain adalah kapang kelabu, busuk buah matang, busuk rizopus, empulur merah, embun tepung, daun gosong, busuk daun dan layu vertisillium.

Kapang kelabu

            Kapang kelabu disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea. Penyakit ini menyebabkan bagian buah membusuk dan berwarna coklat lalu mengering. 

Busuk buah matang

            Busuk buah matang disebabkan cendawan Colletotrichum fragariae Brooks. Gejala serangan busuk buah matang adalah buah masak menjadi kebasah-basahan berwarna coklat muda dan buah dipenuhi massa spora berwarna merah jambu. 

Busuk rizopus

            Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer) gejalanya buah busuk, berair, berwarna coklat muda dan bila ditekan akan mengeluarkan cairan keruh.  Di tempat penyimpanan, buah yang terinfeksi akan tertutup miselium jamur berwarna putih dan spora hitam. 

Empulur merah

            Empulur merah disebabkan Phytophthora fragariae Hickman. Penyakit ini menyerang akar sehingga tanaman tumbuh kerdil, daun tidak segar, kadang-kadang layu terutama siang hari. 

Embun tepung

            Embun tepung disebabkan oleh Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator. Gejala bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, bunga akan mengering dan gugur. 

Daun gosong

            Daun gosong disebabkan Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae. Penyakit ini menjadikan daun berbercak bulat telur sampai bersudut tidak teratur, berwarna ungu tua. 

Bercak daun atau busuk daun

Bercak daun atau busuk daun disebabkan cendawan Phomopsis obscurans. Gejala daun yang terserang adalah terdapatnya noda bula berwarna abu-abu dikelilingi warna merah ungu, kemudian noda membentuk luka mirip huruf V. 

Layu vertisillium

            Layu vertisillium disebabkan Verticillium dahliae. Daun yang terinfeksi berwarna kekuning-kuningan hingga coklat, layu dan tanaman mati (Anonymous, 2008b).

Pencegahan hama dan penyakit umumnya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan greenhouse, menanam bibit yang sehat, memberikan pupuk sesuai anjuran sehingga tanaman tumbuh sehat, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga Rosaceae, memangkas bagian tanaman atau mencabut tanaman yang sakit dan menghancurkan tanaman terserang. Perbaikan drainase dapat menurunkan serangan penyakit (Anonymous, 2008b).