Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Drip System , Sistem hidroponik Fertigasi Tetes Pada Tanaman

Ada 2 Jenis sistem hidroponik Fertigasi Tetes

Sistem Sirkulasi

Sistem ini biasanya digunakan untuk skala kecil rumahan atau skala hobby. Sistem sirkulasi tetes pada sistem ini hanya mengacu pada penggunaan kembali larutan nutrisi yang telah digunakan setelah membasahi akar tanaman dialirkan kembali ke tandon penampungan dan begitu seterusnya. .

Kelemahan dari sistem ini adalah pada masalah perawatan. Anda harus sering memeriksa Ph larutan nutrisi yang dapat berubah sewaktu-waktu.  Sistem sirkulasi mengharuskan Anda secara berkala memeriksa dan menyesuaikan pH yang diperlukan, serta mengganti larutan nutrisi secara teratur untuk menjaga larutan nutrisi yang seimbang untuk tanaman.

Non Sirkulasi

Untuk petani komersial sistem drip non-sirkulasi paling banyak diminati. Petani komersial melakukan penyiraman tanaman ini pada waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan jadwal penyiraman tertentu. misalnya peyiraman sehari 3 kali pada jam tertentu. Jadi larutan nutrisi menetes ke media tanaman tepat dimana akar tanaman berada.

Larutan nutrisi di non-sirkulasi / non-recovery sistem tetes  tidak terlalu membutuhkan perawatan karena semuanya sudah diotomatisasi. Sistem fertigasi tetes non sirkulasi ini tidak perlu kembali ketandon dan di daur ulang kembali ke dalam reservoir. Ini berarti bahwa Anda dapat mengisi reservoir dengan pH yang sesuai kebutuhan tanaman. Larutan nutrisi seimbang dan itu tidak akan berubah, sehingga Anda tidak perlu terus menerus memantau sistem. Selama Anda menjaga air di tandon mengalir sehingga unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman  tetap terjaga pada pH seimbang larutan nutrisi yang disesuaikan. Kelemahan dari sistem ini tentunya lebih boros penggunaan nutrisi.