Azzam Rumah Herbal

Menyingkap Informasi Herbal dan cara menanamnya

Persemaian diberi pupuk sebelum benih disemai?

anak semai kutilang 1Kuning telur adalah persediaan makanan bagi hari-hari pertama anak-ayam menetas! Lembaga pada benih tanaman yang baru berkecambah sama juga perannya. Pada pangkal akar tunggang, atau juga disebut hipokotil, terdapat akar-akar halus seperti kapas, yang dalam bahasa Sunda disebut “mata rentik”, yang diduga sudah memiliki kemampuan menyerap air dan hara. Bulu-bulu akar inilah yang pertama-tama menyerap air dan hara dari sekelilingnya.
Bila untuk bulu-bulu akar ini kita sediakan larutan nutrisi, apakah akan diterima dan dimanfaatkan oleh bulu-bulu akar itu untuk menambah jumlah air dan hara yang dapat diserap dan dimanfaatkannya? Menurut pengalaman, hasilnya positif. Didapat anak-semai yang lebih tegap,, berakar lateral bertambah banyak, dan mortalitas/kematian yang hampir tidak ada!


Sumber karbohidrat jelas berasal dari lembaga, dan bila kita beri pupuk (yang encer, karena bayi hanya sanggup makan bubur yang lunak!), yang berarti kita beri subsidi kation dan anion anorganik, untuk bahan bangunan pembentukan protein bagi pembangunan badan tanaman, jelas kualitas anak-semai lebih unggul. Tegap, gagah, sedikit sekali kematian, pertumbuhan yang cepat, pencapaian kedewasaan yang cepat, kualitas hasil produksi yang aduhay, bobot dan penampilan produk yang unggul, dan rasa serta aroma yang jitu!

Malahan ada yang menyangka bahwa anak-semai dilarang dipupuk, sebelum berdaun sekian helai. Kalau bebetulan media semai subur dan cukup tinggi kandungan airnya, maka kecambah dengan leluasa tumbuh menjadi anak semai yang tegap, disertai mortalitras/kematian yang rendah.
Bila media semai secara tidak kebetulan marginal, maka kecambah dan anak-semai yang muncul lemah pertumbuhannya, dan rentan terhadap serangan “penyakit cendawan rebah semai”, yuang terutama disebabkan oleh cendawan Pythium, termasuk Ordo Phycomycetes. Dalam hitungan hari, persemaian punah ludes semuanya, tidak tertolong lagi. Media tanam yang telah terkontaminasi itu, jangan digunakan lagi, dan perlu disterilisasi dengan panas atau dengan bahan kimia, sebelum kita berani menggunakan lagi. Atau media semai, maupun benih yang akan disemai, diperlakukan dahulu dengan bahan kimia sterilisan, dan diberi pupuk untuk “starter” untuk lebih tegar menghadapi penyakit rebah-semai.

Prasangka, bahwa kalau kita yang semai, tidak bisa diserang oleh penyakit rebah semai, hendaknya dibuang. Lakukanlah pencegahan, dengan perlakuan benih, dengan fungisida, insektisida “seeddressing”, dan dengan pemupukan khusus persemaian.

 

 

YOS SUTIYOSO : CATATAN PENTING HIDROPONIK : Nomer urut 103.
PERSEMAIAN DIPUPUK DAHULU SEBELUM BENIH DISEMAI.