Racun Terselubung Dalam Makanan Mengancam Kesehatan dan Kesuburan

    Zat-zat kimia yang mengganggu hormon menyebabkan sejumlah masalah reproduktif pada hewan-hewan, termasuk diantaranya jumlah sperma yang berkurang, cacat lahir dan feminisasi pada hewan-hewan jantan. Dikhawatirkan, zat-zat kimia tersebut juga mempunyai efek yang sama terhadap manusia. Kendati belum terbukti, world Wildlife Fund (WWF) sedang berkampanye untuk dikeluarkannya peraturan tentang zat kimia ini.

    Senyawa-senyawa seperti phthalates (yang digunakan di dalam plastik), pestisida di dalam makanan dan dioxin dari industri bisa mempengaruhi hormon reproduktif dengan meniru hormon-hormon alamiah atau dengan mengganggu reseptor-reseptor hormon tubuh kita.

    Menurut WWF, kesehatan dan kesuburan kita diancam oleh racun-racun terselubung di dalam rumah dan makanan kita. Tapi, kita masih bisa mengurangi pajanan dengan cara-cara berikut:

    • Sebisa mungkin hindari kemasan plastik. Gunakan wadah dari kaca atau keramik untuk menyimpan dan memasak makanan
    • Jangan membakar plastik karena banyak yang melepaskan dioxin saat dibakar
    • Pestisida-pestisida alamiah sebisa mungkin, pada diri sendiri maupun anak-anak (misalnya untuk kutu rambut), pada hewan peliharaan (untuk kutu) dan di rumah serta taman atau kebun.
    • Gunakan produk-produk organik yang bersahabat dengan lingkungan sebanyak mungkin.
    • Cuci buah-buahan dan sayuran (tambahkan 1 tetes vinegar pada air) sebelum dimakan dan dikupas jika produk yang Anda beli tidak termasuk produk organik (tumbuhan yang ditanam tanpa menggunakan bahan-bahan kimia seperti pupuk kimia, pestisida, fungisida, herbisida, dan sebagainya).

     Sumber: www.wwf-uk.org

     


    © 2020 Mjokertocyber Media. All Rights Reserved.

    Please publish modules in offcanvas position.